Perbatasan RI-Malaysia Paling Menarik Bagi Pengedar Narkoba
Minggu, 10 November 2013 - 23:31 WIB



Bahaya Narkoba di Perbatasan RI-Malaysia (Ist)

Jakarta - Perbatasan RI - Malaysia kerap sarat persoalan. Salah satunya peredaran barang terlarang narkoba di Pulau Sebatik, yang merupakan pintu perbatasan antara Kalimantan Utara (RI) dengan Malaysia bagian timur.

Belum lama ini saja, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 141/AYJP Nunukan menggagalkan dua kali penyelundupan 7,95 kilogram sabu-sabu dari Malaysia senilai Rp15,85 miliar. Uang sebesar itu diperoleh dengan asumsi harga sabu-sabu Rp2 juta per gram di Kalimantan.

Dalam dua kali penggagalan peredaran narkoba itu, prajurit TNI dari Satgas Pamtas) Yonif 141/AYJP Nunukan dan Polres Nunukan menahan dua kurir. Sayangnya, sejumlah lain berhasil melarikan diri ke Malaysia. Dari pengakuan Hermansyah, salah seorang kurir itu, mereka seringkali menyelundupkan sabu-sabu dari Tawau, Malaysia.

Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak memberikan apresiasi besar terhadap keberhasilan prajurit TNI di perbatasan negara itu, karena dapat menggagalkan peredaran narkoba yang nilainya belasan miliar rupiah. Prestasi membanggakan dari prajurit di perbatasan itu juga akibat telah menjalankan fungsi pengamanan dengan benar, yakni menjaga pintu gerbang negara.

Menangkal masuknya barang haram di kawasan perbatasan tentu bukan perkara mudah, apalagi panjang perbatasan di Provinsi Kaltim dan Kaltara dengan Malaysia mencapai 1.038 kilometer. Sementara jalan tikus yang menganga tak terjaga cukup banyak jumlahnya, sehingga menjadi pintu masuk berbagai barang ilegal seperti kayu, gula, daging, ataupun makanan serta minuman lain, termasuk narkoba.

Dengan demikian, kewaspadaan harus terus dilakukan karena jalur masuknya barang ilegal dari Malaysia ke Indonesia bukan hanya melalui Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, tetapi sepanjang kawasan perbatasan Kaltim lainnya yang perlu pula pengawasan ekstra ketat, tak cuma untuk Kabupaten Kutai Barat atau Kabupaten Mahulu yang berbatasan langsung dengan Malaysia bagian timur.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kaltim, Kombes Pol Agus Gatot Purwanto menyebutkan jumlah pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Kaltim dan Kaltara mencapai 77.884 orang, dan membuat daerah ini berada di peringkat tiga nasional setelah DKI Jakarta dan Kepulauan Riau (Kepri). Data jumlah pengguna narkoba yang besar itu pun menyebabkan daerah itu paling menarik bagi para pengedar narkoba. (bsp)

BERITA LAINNYA

Berita Terkini
Jumat, 19 September 2014 18:03 WIB
PAS: Barat Jangan Intervensi Urusan Negara Muslim !
Jumat, 19 September 2014 17:12 WIB
Pasar Positif Setelah Skotlandia Tolak Kemerdekaan
Jumat, 19 September 2014 15:21 WIB
Forkip Sesalkan Sikap Tertutup Migrant Care
Jumat, 19 September 2014 13:20 WIB
Artidjo: Korupsi, Kanker yang Gerogoti Negara
Jumat, 19 September 2014 12:46 WIB
Taufik Dianggap Lebih Buruk Dari Ahok
Jumat, 19 September 2014 07:54 WIB
Jokowi akan Tersandera Dirinya Sendiri
Kurs Valuta Asing
KURS   JUAL   BELI
USD 11975.00 11955.00
SGD 9461.55 9431.55
EUR 15460.92 15360.92
AUD 10742.70 10662.70
Prakiraan Cuaca