Mantan Panglima TNI Djoko Santoso: Pilih Pemimpin Jakarta yang Jujur dan Beradab untuk Persatuan
Jumat, 10 Februari 2017 - 06:10 WIB



Jend TNI (Purn) Djoko Santoso

Jakarta -- Menjelang hari pencoblosan Pilkada langsung DKI Jakarta, Mantan Panglima TNI Djoko Santoso meyakini 12 persen pemilih yang dalam survei-survei berbagai lembaga belum menentukan pilihan gubernur, sehingga kelompok masyarakat yang cerdas ini pun belum menentukan pilihannya.

Menurut Djoksan--panggilan akrabnya--mereka adalah kalangan elit dan akan menentukan gubernur yang terpilih nanti.

Namun, Djoko mengingatkan, ramalan tentang perang besar dan perpecahan Indonesia sudah sering kita dengar. Ancaman itu, katanya, menjadi pekerjaaan rumah semua pihak. Oleh karena itu, memilih pemimpin yang jujur, bersih, tegas, cerdas, dan beradab merupakan langkah yang sangat penting untuk menyelamatkan persatuan dan kesatuan bangsa di masa yang akan datang.

"Saya yakin, 12 persen mereka yang sampai sekarang belum menentukan pilihan adalah kelompok cerdas, kalangan elit, dan mereka akan memilih yang risikonya paling rendah. Dengan catatan tidak ada kecurangan", ujar Djoko Santoso, dalam acara Syukuran dan doa bersama diselenggarakan oleh "Paguyuban Jakarte Kite", Kamis malam (9/2) di Gedung Cawang Kencana, Jakarta.

Acara dihadiri berbagai tokoh seperti mantan Wagub DKI Prijanto, mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, Tokoh NU Lily Wahid, Budayawan Jaya Suprana, serta aktivis Rumah Amanat Rakyat sepeti Achmanu Arifin, B. Wiwoho, Amirullah Amin, Bambang Sumarno, Heppy Trenggono, Samuel Lengkey, Wawat Kurniawan, Khoe Seng Seng, dan Ferdinand Hutahaean.

Djoko meyakini, dalam budaya indonesia masyarakat memang masih memilih win win solution jika menghadapi situasi konflik yang membesar. "Tidak ada yang dikalahkan dan tidak ada yang menang sepenuhnya, jadi ini mencari win win solution," ungkapnya.

Dengan asumsi tersebut, Djoko Santoso yakin elit cerdas akan memilih pemimpin yang pancasilais dan akan membawa arah bangsa menjadi lebih baik.

Ia menambahkan, dalam situasi sekarang ini hendaknya masyarakat mengedepankan kompromi terutama menghadapi ancaman konflik dan perpecahan, termasuk mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. (emka)

BERITA LAINNYA
Berita Terkini
Kamis, 16 Februari 2017 17:12 WIB
KB PII Usul Audit Sistem IT KPUD DKI
Rabu, 08 Februari 2017 04:45 WIB
Aksi umat Islam `112` Dilarang Polda Metro Jaya
Kurs Valuta Asing
KURS   JUAL   BELI
USD 13333.00 13317.00
SGD 9521.41 9501.41
EUR 14398.36 14298.36
AUD 10189.66 10109.66
Prakiraan Cuaca